BOGORPLUS.ID - Kabar gembira menyelimuti dunia transportasi darat Indonesia setelah dipastikan Rian Mahendra kembali bergabung dengan jajaran manajemen PO Haryanto. Kepulangan Rian disambut antusias oleh sang pendiri perusahaan, Haji Haryanto, yang kini menunjuknya kembali menduduki posisi strategis sebagai Direktur Operasional.
Keputusan ini mengindikasikan adanya optimisme besar dari pihak manajemen untuk memajukan kembali perusahaan otobus yang sempat terdampak situasi sulit beberapa waktu lalu. Haji Haryanto meyakini bahwa insting bisnis Rian sangat vital dalam merumuskan strategi pengembangan perusahaan ke depan.
Sebagai bentuk penyambutan dan penyemangat, manajemen PO Haryanto dikabarkan telah menyiapkan serangkaian kejutan berupa armada bus terbaru yang akan segera diluncurkan. Persiapan ini menunjukkan keseriusan dalam menyambut era baru operasional perusahaan di bawah kepemimpinan Rian.
Armada baru tersebut direncanakan akan menghadirkan tipe premium, termasuk konfigurasi tronton suites combi, yang dijanjikan akan diluncurkan pada tahun ini. Detail waktu pasti peluncuran armada kejutan tersebut masih akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak perusahaan.
"Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini," kata Haryanto, mengungkapkan semangatnya atas kembalinya sang putra.
Lebih lanjut, Haji Haryanto juga mengungkapkan bahwa kembalinya Rian bertepatan dengan rencananya untuk segera memasuki masa pensiun. Pada usianya yang kini menginjak 66 tahun, ia mulai fokus pada kegiatan spiritual dan sosial.
"Saya sekarang ini punya masjid di Pengging (Boyolali), jemaah ada ratusan orang, itu setiap subuh itu saya kasih sembako, saya tak ngurusin akhirat lah. Sudah saatnya, saya 66 tahun," beber Haryanto, memproyeksikan Rian sebagai penerus tunggal usaha keluarga.
Rian Mahendra sendiri telah menimba pengalaman di PO Haryanto sejak tahun 2003, memainkan peran kunci dalam ekspansi rute perusahaan. Salah satu tonggak penting adalah pembukaan trayek menuju Madura pada tahun 2009, meskipun awalnya menghadapi tantangan jumlah penumpang yang minim.
"2009 adik (saya) mulai gabung, megang keuangan, gua jadi bisa fokus di operasional. Bapak pengin punya (trayek) di luar Kudus, Madura kayaknya rame nih. Buka Madura 2009, jalan satu hari dua (bus), satu dari Sumenep, satu dari Bangkalan. Berbulan-bulan penumpang cuma berapa sih, sebiji dua biji," kata Rian, menceritakan awal mula ekspansi rute Madura.






.png)