BOGORPLUS.ID - Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang telah merencanakan sebuah aksi unjuk rasa besar yang akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang. Aksi penyampaian aspirasi ini dijadwalkan berlangsung di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) pada siang hari.

Aksi demonstrasi ini direncanakan akan melibatkan partisipasi signifikan dari kalangan mahasiswa, dengan estimasi jumlah massa yang diperkirakan mencapai ratusan orang. Massa aksi berencana untuk berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Kampus UIN RF pada pukul 08.00 WIB sebelum memulai pergerakan menuju lokasi utama.

Dilansir dari Detikcom, gerakan mahasiswa ini dipicu oleh berbagai isu krusial yang menyangkut kepentingan nasional maupun kondisi spesifik di tingkat daerah. Pihak penyelenggara telah melakukan persiapan matang untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib dan terkawal.

Presiden Mahasiswa UIN RF, Ghazi Munthasir, mengonfirmasi persiapan jumlah peserta aksi yang akan dikerahkan dalam kegiatan tersebut. "Untuk masa aksi kami perkiraan mungkin 700 sampai 800 orang. Aksi nanti akan kami gelar Senin (15/6) di depan Kantor DPRD Sumsel," ujar Ghazi Munthasir, Presiden Mahasiswa UIN RF.

Inti dari gerakan ini adalah penyampaian delapan tuntutan kolektif yang berfokus pada stabilitas ekonomi dan program kemasyarakatan yang dianggap memerlukan evaluasi mendalam. Selain itu, isu terkait harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian utama massa.

Ghazi Munthasir lebih lanjut menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh Aliansi Mahasiswa UIN RF. "Kita ada 8 tuntutan. Nanti kita akan kumpul dulu di lapangan UIN RF, setelah itu baru menuju ke titik aksi di depan Kantor DPRD Sumsel. Mungkin penyampaian aspirasinya siang," ujar Ghazi Munthasir, Presiden Mahasiswa UIN RF.

Kedelapan poin tuntutan tersebut mencakup desakan pembubaran DPR jika fungsi pengawasan pemerintah dinilai tidak berjalan optimal. Mereka juga memberikan tenggat waktu tegas kepada dua pemangku kebijakan tertinggi di negeri ini.

Tuntutan tersebut mencakup ultimatum selama 7x24 jam kepada Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Sumatera Selatan untuk menjamin kestabilan harga kebutuhan pokok hingga menjangkau wilayah pelosok. Selain itu, mahasiswa menolak keras rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menyoroti potensi hilangnya BBM bersubsidi di daerah.

Lebih lanjut, Aliansi Mahasiswa UIN RF menuntut upaya penyelamatan nilai tukar Rupiah sebagai representasi kedaulatan ekonomi bangsa. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap program-program seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih karena dianggap diluncurkan secara prematur.