bogorplus.id - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengecam keras dugaan aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk teror nyata terhadap pejuang kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia.
Wakil Ketua Umum DPP PRIMA, Alif Kamal, menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap aktivis tidak dapat ditoleransi.
Menurutnya, serangan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis yang selama ini konsisten memperjuangkan hak asasi manusia.
"Kami mengutuk keras tindakan biadab ini. Penyiraman air keras terhadap Andi Muhammad Rezaldy adalah serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan yang kita junjung tinggi," ujar Alif Kamal, Sabtu (14/3).
Alif mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera bertindak cepat dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut jika ditemukan adanya indikasi perencanaan.
"Polri harus segera menangkap pelakunya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja tanpa ada kejelasan hukum, karena akan menjadi presen buruk bagi perlindungan aktivis di masa depan," tambahnya.
Lebih lanjut, PRIMA juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk tetap solid dan tidak gentar menghadapi berbagai intimidasi.