BOGORPLUS.ID - PT Pindad, perusahaan BUMN yang sebelumnya dikenal lewat pengembangan SUV Maung, kini dipercaya untuk menggarap proyek ambisius pembangunan mobil nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Proyek ini dirancang sebagai sebuah ekosistem otomotif yang terintegrasi penuh di lokasi tersebut.
Pembangunan fasilitas manufaktur ini merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong kemandirian industri otomotif nasional. Proyek ini juga akan menjadi pusat pengembangan teknologi otomotif masa depan di Indonesia.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa fokus utama dari mobil nasional yang sedang didesain oleh Pindad adalah pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Hal ini disampaikan dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.
"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pabrik-pabrik apa pun itu, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70 persen. Walaupun memang nanti kita harapkan mobnas yang sekarang sedang didesain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus Gumiwang Kartasasmita saat Raker dengan Komisi VII DPR RI, kemarin.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga diketahui turut memantau secara langsung perkembangan di lapangan terkait kemajuan proyek strategis ini. Perkembangan proyek ini telah disusun dalam skema pembangunan tiga tahapan penting.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa rencana pengembangan kawasan industri di Subang ini dijadwalkan berlangsung dalam rentang waktu tiga tahun, yaitu dari tahun 2026 hingga 2028. Kapasitas produksi awal ditargetkan mencapai 50.000 unit kendaraan setiap tahunnya.
Sigit P. Santosa juga mengungkapkan bahwa melalui visi jangka panjang, kapasitas manufaktur tersebut diharapkan dapat meningkat signifikan menjadi 300.000 unit kendaraan per tahun. Untuk mendukung visi ini, penyiapan sumber daya manusia (SDM) internal telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
"Kami telah sejak beberapa tahun lalu meletakkan investasi SDM (sumber daya manusia) untuk kepentingan proyek nasional ini, baik tingkat perencana, pelaksana hingga tingkat di atas itu," ungkap Sigit P. Santosa seperti dikutip Antara.
Kawasan industri yang akan dibangun di Subang ini direncanakan menempati lahan seluas 539 hektare. Lahan tersebut akan mencakup berbagai fasilitas penting, termasuk gedung perkantoran, fasilitas pabrik, sarana perancangan, laboratorium uji, dan pusat pengembangan teknologi otomotif.






.png)