BOGORPLUS.ID - Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan upaya sekelompok pengemis untuk beroperasi di objek wisata Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Kejadian ini menarik perhatian publik karena modus operandi yang diduga menggunakan sistem ‘drop-off’ dari kendaraan minibus Elf.

Peristiwa ini bermula ketika sebuah mobil Elf berhenti di pinggir jalan, dan beberapa orang lanjut usia turun dari kendaraan tersebut. Namun, aksi mereka langsung menuai respons cepat dari warga yang berada di sekitar lokasi wisata populer tersebut.

Rombongan pengemis tersebut dilaporkan langsung kembali masuk ke dalam mobil setelah menerima teguran keras dari warga setempat. Hal ini menunjukkan adanya penolakan tegas dari masyarakat lokal terhadap aktivitas pengemis di area wisata tersebut.

Dilansir dari Detikcom, saat diinterogasi oleh warga, sopir mobil Elf tersebut mengaku bahwa rombongan itu berasal dari wilayah Jatinom dan berangkat dari area GOR. Karena desakan warga yang semakin kuat agar mereka segera meninggalkan lokasi, kendaraan tersebut akhirnya langsung tancap gas.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sulamto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam. Berdasarkan investigasi, peristiwa ‘drop-off’ ini diketahui terjadi pada akhir pekan sebelumnya.

"Droping pengemis dilakukan setiap akhir pekan atau hari Minggu mulai jam 09.00 WIB dan menjelang maghrib dijemput," jelas Sulamto kepada detikJateng, Selasa (9/6/2026) siang. Ia menambahkan bahwa pelaku usaha serta warga diminta untuk segera melapor ke Satpol-PP atau Polsek jika menemukan kejadian serupa.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kelompok pengemis ini diduga kerap beroperasi selama akhir pekan, mulai pagi hari hingga menjelang waktu Maghrib. Pihak berwenang kini tengah mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan guna menjaga kenyamanan wisatawan.

"Kami juga akan melakukan patroli pengawasan saat akhir pekan atau hari Minggu serta hari libur nasional untuk mencegah praktik pengemis dan gelandangan yang mengganggu kenyamanan wisatawan," imbuh Sulamto.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Joko Hendrawan, menyatakan bahwa operasi penyisiran sudah dilakukan sejak hari Senin di beberapa objek wisata, termasuk Rawa Jombor, namun hasilnya nihil. Ia meyakini penolakan warga menjadi faktor utama para pengemis tersebut tidak kembali beraksi.