bogorplus.id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda LIRA Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor, Selasa (21/10).

Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait masih adanya sengketa lahan di halaman rumah Presiden Prabowo.

Dengan membawa spanduk berisikan kritikan, mereka menyoroti sengketa lahan di Desa Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Sengketa ini melibatkan PT Arta Paraguna dengan warga sekitar.

“Aksi ini merupakan bentuk kritik dan kekecewaan kami terhadapan penanganan pertanahan di Kabupaten Bogor yang makin hari semakin semrawut,” kata Ketua Umum Pemuda LIRA Bogor, M Iqbal Al Afghany.

Pihaknya meminta dan mendorong kepada pemerintah dan instansi terkait agar dapat membasmi matia tanah di Indonesia, terlebih di momen satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.

“Jadikan momen satu tahun Prabowo ini sebagai ajang memberantas mafia tanah di Indonesia, apalagi kejadian kali ini berada di Kabupaten Bogor, tak jauh dari kediaman Presiden Prabowo,” tuturnya.

Pemuda LIRA juga meminta kepada pemerintah dan instansi terkait agar benar-benar serius dalam memberantas mafia tanah, sebab tak sedikit dari mereka yang tega merampas hak rakyat dan merugikan negara.

Sementara itu, Kuasa hukum dari pemilik lahan, Bambang bercerita, kejadian itu baru kliennya ketahui pada 2025 saat korban mengurus berkas-berkas tanah miliknya seluas 23 ribu meter persegi.

Sebelumnya, pada tahun 2016 lahan milik kliennya dinyatakan bersih tanpa ada masalah, bahkan