bogorplus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merapikan wajah pusat kota dengan menata dan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sejumlah ruas jalan strategis di Kecamatan Bogor Tengah.
Hal ini bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan berfungsi optimal bagi pengguna jalan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa penataan akan difokuskan pada tiga titik utama, yakni Jalan MA Salmun, Dewi Sartika, dan Sawojajar.
Para PKL yang selama ini berjualan di lokasi tersebut akan dipindahkan ke kawasan Jalan Nyi Raja Permas.
“Dalam jangka menengah nanti, kami akan menertibkan Jalan MA Salmun sampai dengan Dewi Sartika dan Sawojajar. Seluruh PKL akan direlokasi ke kawasan Jalan Nyi Raja Bogor Tengah,” ujar Dedie, Minggu (29/3/2026).
Pemkot Bogor telah menyiapkan konsep penataan yang lebih terstruktur dengan memanfaatkan bangunan hanggar sebagai lokasi baru berjualan.
Di tempat tersebut, para pedagang kaki lima (PKL) akan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangannya agar lebih rapi dan mudah diakses masyarakat.
“Rencananya semua pedagang yang ada di Dewi Sartika, Sawojajar, dan MA Salmun akan kami tempatkan di Nyi Raja Permas dengan menggunakan hanggar. Jadi semua PKL, baik buah, sayur, maupun bunga, nantinya berada di belakang Provindo. Untuk yang kuliner, nanti di samping Blok FF dan Masjid Agung,” jelasnya.
Meski demikian, Dedie belum mengungkapkan jadwal pasti pelaksanaan penertiban dan relokasi tersebut.
