BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, telah mengambil langkah signifikan dalam mengatasi permasalahan infrastruktur jalan dengan mengalokasikan dana besar untuk perbaikan. Pada Selasa (23/6/2026), diumumkan bahwa anggaran sekitar Rp 70 miliar disiapkan untuk memperbaiki kerusakan jalan sepanjang 30 kilometer secara bertahap.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi jalan yang memerlukan penanganan segera di wilayah kabupaten tersebut. Total kerusakan jalan di Buleleng mencapai angka signifikan, yakni sekitar 300 kilometer dari total jaringan jalan sepanjang 1.136 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas utama. Keterbatasan fiskal daerah menjadi faktor penentu dalam menentukan ruas jalan mana yang akan diperbaiki terlebih dahulu.

Dikutip dari Detikcom, I Putu Adiptha Ekaputra menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memetakan seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan. "Kami di PU sudah tahu semua, bukan pemerintah abai. Pemerintah sudah punya mapping-nya, tetapi karena kondisi keuangan yang terbatas, pemerintah mengambil langkah super prioritas. Mana yang paling rusak dan paling strategis, itu yang ditangani dahulu," ujar I Putu Adiptha Ekaputra.

Perbaikan jalan ini juga dilakukan serentak dengan upaya mempercantik wajah kota, terutama seiring dengan pembangunan Titik Nol Singaraja. Meskipun fokus pada jalan, anggaran untuk sektor irigasi, termasuk flyover, juga dialokasikan sekitar Rp 40 miliar.

"Kami menyelesaikan hal-hal wajah kota kita tanpa meninggalkan kewajiban kami juga. Perbaikan jalan justru anggarannya lebih besar sebenarnya," terang I Putu Adiptha Ekaputra, menekankan bahwa pemeliharaan jalan tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, empat paket pekerjaan perbaikan jalan telah resmi dikontrak dan sedang berjalan, meliputi kawasan Liligundi dan Jalan Pattimura. Selain itu, ada lima lokasi lain yang segera menyusul untuk dieksekusi dalam waktu dekat.

"Bisa dibayangkan, 1.136 km jalan dari barat sampai timur harus kami rawat. Karena anggaran terbatas, tentu perlu tahapan-tahapan," jelas I Putu Adiptha Ekaputra, mengenai kompleksitas perawatan jaringan jalan di Buleleng.

Penanganan darurat juga dioptimalkan melalui pembentukan Satgas Sigap Merah Putih untuk mengatasi lubang-lubang jalan yang muncul tiba-tiba. Pemkab Buleleng juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk mendukung upaya ini.