bogorplus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan memperluas program Desa Siaga TB.

Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan penemuan kasus dan mempercepat penanganan penyakit menular tersebut.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Bogor, yang hampir lima kali lebih besar dari DKI Jakarta, menuntut strategi pengendalian TB yang masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa.

"Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, kami membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Desa Siaga TB yang terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus," ujarnya, Jumat (19/6).

Rapat koordinasi tersebut menindaklanjuti pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis serta penetapan penuntasan TB sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Presiden.

Menurut Ajat, pada tahun 2025, program Desa Siaga TB telah diterapkan di sekitar 103 desa.

Hasilnya, capaian target penemuan dan penanganan kasus TB mendekati 100% berkat keterlibatan aktif masyarakat dalam deteksi dini, edukasi, hingga pendampingan pasien.

Melihat keberhasilan tersebut, Pemkab Bogor berencana menambah jumlah Desa Siaga TB pada tahun 2026.

Target ambisius ditetapkan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor wajib memiliki Desa atau Kelurahan Siaga TB pada tahun 2027.