bogorplus.id- Bupati Bogor Rudy Susmanto mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Kabupaten Bogor, Senin (3/11) kemarin.

Acara ini menjadi momentum sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, sektor perumahan bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi

penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam sektor ini, karena pembangunan rumah subsidi terus meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Pertumbuhan ekonominya bagus, dan saya yakin itu karena faktor perumahan. Rumah subsidi banyak dibangun, kegiatan konstruksi meningkat, dan itu membuka banyak lapangan pekerjaan. Satu rumah subsidi bisa menyerap tenaga kerja 4–5 orang,” ujarnya.

Maruarar juga berkomitmen menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang terukur untuk sektor perumahan, termasuk penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembangunan rumah subsidi.

Ia menargetkan Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Indonesia.

“Kita harus menjadikan Kabupaten Bogor sebagai contoh. Penyerapan KUR dan rumah subsidi harus paling banyak, karena di sini Presiden Republik Indonesia tinggal, begitu juga Presiden sebelumnya. Angka kemiskinan ekstrem harus bisa berkurang drastis,” tegasnya.