bogorplus.id – Pemerintah menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit unggul kakao dan kelapa secara nasional sebagai upaya konkret untuk memperkuat sektor perkebunan strategis dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa penyediaan bibit ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mengakselerasi pengembangan komoditas unggulan yang berpotensi tinggi menopang pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
"Pemerintah menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa secara nasional," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kebun pembibitan kelapa dan kakao di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (6/6).
Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare lahan perkebunan yang meliputi berbagai komoditas strategis, termasuk kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pengembangan ini, lanjut Amran, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional ke depan.
Ia menegaskan bahwa seluruh komoditas yang dikembangkan memiliki prospek pasar yang besar, didukung oleh peningkatan kebutuhan baik di pasar domestik maupun internasional, terutama untuk produk olahan bernilai tambah tinggi.
Selain perluasan areal tanam, pemerintah juga mengintegrasikan program hilirisasi yang berkelanjutan. Hilirisasi komoditas seperti kelapa, kakao, dan mete dianggap sebagai langkah strategis untuk mendongkrak nilai ekonomi produk pertanian dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
"Selain memperluas areal tanam, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan agar hasil perkebunan dapat menjadi bahan baku industri dalam negeri melalui program hilirisasi yang berkelanjutan dan terintegrasi," jelasnya.





