BOGORPLUS.ID - Keluhan masyarakat Kabupaten Kuningan kembali mencuat setelah terjadi pemadaman listrik yang melanda puluhan titik pada Sabtu, 20 Juni 2026. Peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga setempat dan juga para pengunjung yang sedang menikmati akhir pekan.
Menurut informasi resmi yang disebarkan oleh PLN melalui media sosial, pemadaman tersebut dipicu oleh adanya masalah teknis operasional pada salah satu pembangkit listrik. Kondisi ini memaksa PLN untuk segera mengambil langkah mitigasi demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Akibat gangguan tersebut, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi yang terdampak pemadaman. Penurunan kapasitas suplai daya menjadi alasan utama mengapa pemadaman bergilir ini harus dilakukan oleh pihak penyedia listrik.
Pemadaman listrik ini terestimasi berlangsung dari pukul 17:30 hingga 20:30 WIB, menyentuh banyak area vital di Kuningan. Beberapa wilayah yang tercatat mengalami pemadaman antara lain Pasar Baru Kuningan, Perumahan Bojong, STIKES Kadugede, hingga objek wisata populer seperti Waduk Darma.
Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan oleh warga lokal, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi salah satu denyut nadi ekonomi daerah. Para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di kaki Gunung Ciremai ikut merasakan langsung terhentinya aliran listrik.
Suasana gelap gulita terlihat jelas di Sagof Coffee yang berlokasi di objek wisata Talaga Surian, Kecamatan Cigugur, pada Sabtu malam itu. Para pengunjung di kedai kopi tersebut terpaksa menggunakan lampu flash dari ponsel pintar mereka untuk dapat beraktivitas.
Pertamina Mulai Tahap Awal Eksplorasi Migas di Bojonegoro, Aktivitas Pengerukan Tanah Dimulai
Salah seorang pengunjung bernama Ali (24), yang datang dari Bekasi, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dapat menikmati suasana malam dan memesan kopi spesial. "Sangat disayangkan, jauh-jauh dari Bekasi, kebetulan direkomendasi teman ke tempat sini. View-nya bagus. Eh, malah mati lampu. Cuma ada beberapa keluhan seperti kayak tidak bisa memesan kopi karena mungkin mati listrik kali," ujar Ali.
Kondisi serupa juga dialami oleh pengunjung lainnya, Hafidz, yang merasa terganggu karena harus berjalan di area kedai yang kontur tanahnya tidak rata tanpa penerangan yang memadai. "Jelas menganggu. Tadi saja untuk jalan pakai senter HP karena masih mati lampu. Pesen kopi juga tadi nggak bisa. Jadi pesen makanan sama minuman saja yang nggak diolah sama mesin listrik," tutur Hafidz.
Pengelola Sagof Coffee, Agus, mengonfirmasi bahwa operasional bisnisnya mengalami hambatan signifikan akibat situasi ini, terutama karena mesin pengolah kopi tidak dapat berfungsi. "Ya pasti terganggu lah, otomatis kan operasional dia terganggu, kayak kopi jadi enggak bisa bikin," kata Agus.






.png)