BOGORPLUS.ID - Kendaraan listrik (EV) kini mulai bertransformasi dari sekadar inovasi teknologi baru menjadi instrumen penting untuk memangkas biaya operasional rumah tangga di Indonesia. Faktor utama pendorong perubahan persepsi ini adalah efisiensi biaya operasional serta perluasan infrastruktur pengisian daya di berbagai daerah.
Adopsi kendaraan listrik menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi hijau. Perubahan ini ditandai dengan penurunan konsumsi energi fosil di sektor transportasi dan peningkatan efisiensi energi secara umum.
Di mata masyarakat, pandangan terhadap mobil listrik telah bergeser dari citra teknologi masa depan menjadi solusi praktis untuk menekan biaya hidup sehari-hari. Peningkatan jumlah diler, stasiun pengisian daya, serta dukungan kebijakan pemerintah semakin memperkuat pandangan ini.
PT BYD Motor Indonesia menaruh perhatian khusus pada Surabaya, di mana salah satu produk terbarunya, BYD M6 DM, telah diluncurkan. Kota ini dinilai krusial dalam mendorong pertumbuhan elektrifikasi di kawasan Indonesia bagian timur.
Pemerintah provinsi setempat melihat industri elektrifikasi ini sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Hal ini mencakup pengurangan ketergantungan pada energi fosil dan peningkatan efisiensi finansial bagi masyarakat pengguna.
Salah satu representasi nyata manfaat tersebut disampaikan oleh Raymon Hanjaya, perwakilan Beyond Community Jawa Timur, yang merasakan dampak langsung pada manajemen pengeluaran keluarga. Ia mencatat, biaya operasional kendaraan listriknya sangat minim, terutama karena hampir tidak memerlukan perawatan rutin seperti ganti oli.
"Paling dirasakan adalah biaya operasionalnya yang sangat minim. Tidak terasa sudah lama tidak pernah antre di pom bensin karena untuk maintenance itu hampir tidak ada hanya pengecekan saja," ujar Ray kepada Kompas.com di sela-sela kegiatan Tech-Culture Fest di Pakuwon Mall Surabaya, 3-5 Juli 2026.
Ray menambahkan kemudahan pengisian daya di rumah sangat membantu mobilitas hariannya, yang mencapai sekitar 20.000 kilometer per tahun. "Karena tidak ada oli dan lain-lain jadi sangat memudahkan sekali, selain itu efektivitasnya juga luar biasa saat kita pulang tinggal di charge di rumah besoknya sudah 100% tidak antre dan lain-lain," imbuhnya.
Keunggulan EV semakin terasa ketika terjadi gejolak harga energi global, membuat pengguna EV lebih tenang karena tidak lagi bergantung pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Ini merupakan salah satu perbedaan pemilik EV sama Pemilik ICE jadi saat ada berita bergejolaknya kenaikan bbm itu saya merasa lebih lega lagi. Karena Selama kalau sudah tidak menggunakan bbm yang sangat minim ini tidak terdampak," kata pria berkacamata itu.






.png)