BOGORPLUS.ID - Baojun Yep Plus kini hadir di pasar otomotif sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan SUV listrik berdimensi kompak yang tetap mempertahankan kesan tangguh. Kendaraan ini menawarkan perpaduan antara desain yang unik dan kapabilitas yang responsif, menjadikannya pilihan menarik untuk mobilitas sehari-hari di tengah kepadatan kota.

Secara visual, SUV listrik ini mengadopsi siluet kotak yang tegas, mengingatkan pada desain mobil off-roader mini ikonik seperti Suzuki Jimny. Kesan tangguh ini diperkuat dengan adanya bumper berwarna hitam tebal, spakbor yang lebar, serta sidebar di bagian sisi bodi mobil.

Dilansir dari sumber berita, kesan SUV juga diperkuat dengan adanya roof rail yang terpasang di bagian atap kendaraan. Desain eksterior ini memadukan estetika petualangan dengan kepraktisan ukuran yang ringkas untuk area perkotaan.

Memasuki interior kabin, Baojun Yep Plus menampilkan dominasi tampilan digital dengan minimnya tombol fisik pada dashboard. Konfigurasi ini mengarah pada desain interior yang modern dan futuristik, mengutamakan kemudahan akses informasi bagi pengemudi.

Bagi penguji dengan tinggi badan 168 cm, akomodasi ruang kabin dirasakan memadai, baik dari sisi leg room maupun head room. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berdimensi kompak, Yep Plus tetap memperhatikan kenyamanan penumpang di dalamnya.

Baojun Yep Plus ditawarkan dalam beberapa konfigurasi baterai LFP, dengan pilihan jarak tempuh yang bervariasi mulai dari 301 km hingga 501 km. Meskipun kapasitas baterai berbeda, performa motor listriknya disamakan di semua varian yang tersedia di pasaran.

Saat pengujian dilakukan di proving ground SGMW di Liuzhou, China, tarikan awal mobil ini menunjukkan responsivitas yang gesit. "Tarikan awalnya terasa responsif dan gesit, sangat siap mengakomodasi kebutuhan stop-and-go di lalu lintas kota atau menyalip pada kecepatan rendah-menengah," demikian ulasan yang disampaikan oleh penguji.

Dengan memiliki wheelbase sepanjang 2.560 mm, mobil ini diklaim unggul dalam hal manuver karena radius putarnya yang dinilai cukup baik. Selain itu, stabilitas bodi mobil tetap terjaga ketika melintasi trek simulasi jalan rusak pada kecepatan 55 km/jam.

Namun, terdapat catatan mengenai kenyamanan suspensi dalam kabin. "Getaran dari permukaan jalan dinilai masih sedikit merambat sampai ke dalam kabin," ujar penguji, mengindikasikan adanya ruang untuk peningkatan pada sektor peredaman getaran.