bogorplus.id- Aksi penyegelan di kawasan Puncak, Bogor yang dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menuai kencaman dari warga.

Pasalnya, ada beberapa warga puncak yang berkeja di tempat- tempat wisata yang terdampak dari kebijakan menteri LH itu.

Hanif mengklaim tidak ada ada pengganguran usai tempat wisata dan vila di kawasan Puncak Bogor disegel.

“Tidak ada pengangguran, jadi kita tidak meruntuhkan lokasi itu. Jadi hanya dilakukan evaluasi,”ujarnya saat ditemui di Kota Bogor, Jumat (17/10).

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh sembarangan dalam melakukan penindakan terkait pelaku pencemaran lingkungan.

Kata dia, pihaknya harus tetap mengedepankan ketahanan lingkungan. Sebab, setiap ada bencana banjir di kawasan puncak selalu ada korban jiwa.

“Sudahlah cukup korban yang tiap kali banjir datang ya, ada 17, ada 2 orang, 3 orang selalu meninggal. Apakah kemudian kita kompensasikan dengan sederhana, dibuka mata kita,”imbuhnya.

Eks Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup ini menuturkan sudah bertemu dengan anggota DPR RI, Mulyadi untuk mencari solusi penganan kawasan puncak.

“Kemarin sudah ketemu Pak Mulyadi dan teman-teman masyarakat yang lain. Kemudian besok Insya Allah kami akan undang supaya tidak simbang siur, tidak melalui perantara-perantara. Kami langsung panggil para ownernya untuk diskuskan ini,”ucapnya.