BOGORPLUS.ID - Rencana pengembangan destinasi wisata paralayang perdana di Kabupaten Nganjuk kini kembali diupayakan untuk dihidupkan kembali oleh pemerintah daerah setempat. Wisata olahraga udara ini dipusatkan di Desa Losari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, seperti dikutip dari Detikcom.
Kawasan yang dipersiapkan ini sebelumnya telah melalui proses uji kelayakan pada tahun 2022 lalu. Namun, berdasarkan pantauan pada hari Minggu, 14 Juni 2026, area yang digadang-gadang menjadi destinasi wisata tersebut belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
Fasilitas landasan paralayang yang telah dibangun di puncak Bukit Losari, dengan ketinggian mencapai 302 meter di atas permukaan laut, dilaporkan tampak kurang terawat. Selain itu, jalur akses menuju titik puncak lokasi tersebut kini mulai tertutup oleh tanaman ilalang liar.
Desa Losari dinilai memiliki karakteristik alam yang sangat mendukung untuk aktivitas paralayang karena terletak di wilayah Perbukitan Kendeng. Wilayah ini menawarkan panorama matahari terbit yang luas serta kondisi angin yang dinilai sangat ideal bagi para penerjun olahraga udara.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, memberikan penjelasan resmi mengenai status kelanjutan proyek ini. Ia membenarkan bahwa uji coba terbang perdana pada April 2022, bekerja sama dengan Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Timur, telah sukses dilaksanakan.
"Waktu itu uji coba berjalan sukses sampai pendaratan. Hasil penilaian tim juga menyatakan lokasi tersebut layak untuk kegiatan paralayang," ujar Gunawan, Minggu (14/6/2026).
Gunawan mengonfirmasi bahwa program pengembangan ini sempat terhenti karena ia pernah dipindahtugaskan ke dinas lain. Kini, setelah kembali memimpin Disporabudpar, ia berupaya melanjutkan koordinasi penting dengan pihak Perhutani KPH Jombang.
Ia menambahkan bahwa jika penanganan proyek ini hanya mengandalkan dinas daerah, terdapat kendala signifikan terkait keterbatasan anggaran yang dimiliki. "Kalau ditangani Dinas Porabudpar Nganjuk sendiri, terus terang terkendala keterbatasan anggaran," imbuh Gunawan.
Untuk mengatasi hambatan pembiayaan tersebut, Disporabudpar Nganjuk kini secara aktif membuka komunikasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dukungan finansial krusial untuk penataan kawasan wisata tersebut.






.png)