bogorplus.id - Meskipun merupakan kondisi kulit yang normal, kemunculan stretch mark seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang. Guratan ini muncul ketika kulit meregang lebih cepat daripada kemampuan elastisitasnya. Memahami penyebabnya sejak dini adalah kunci untuk melakukan pencegahan secara efektif.
Apa Itu Stretch Mark?
Stretch mark, atau striae, adalah guratan yang umumnya tampak pada area kulit yang memiliki cadangan lemak tinggi, seperti payudara, perut, lengan atas, paha, dan bokong. Awalnya, guratan ini memiliki warna merah, merah muda, atau ungu, yang seiring waktu akan berubah menjadi warna putih atau keabu-abuan.
Secara medis, stretch mark terjadi ketika kulit meregang dengan cepat. Kondisi ini menyebabkan lapisan tengah kulit (dermis) menipis, sehingga lapisan di bawahnya tampak ke permukaan. Proses ini sering kali menimbulkan rasa gatal sebelum garis-garis tersebut memadat menjadi guratan permanen.
Kondisi ini berhubungan erat dengan kadar kolagen, protein yang berfungsi menjaga kelenturan kulit. Orang dengan kandungan kolagen yang relatif sedikit cenderung lebih rentan mengalaminya.
Faktor Risiko Munculnya Stretch Mark
Tidak semua orang mengalami stretch mark. Beberapa kondisi dan faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, antara lain:
1. Kehamilan: Perubahan ukuran tubuh yang signifikan selama masa kehamilan.
2. Perubahan Berat Badan Drastis: Peningkatan atau penurunan berat badan yang terjadi terlalu cepat.
3. Masa Pubertas: Periode pertumbuhan cepat pada remaja.
4. Riwayat Keluarga: Adanya anggota keluarga yang juga mengalami stretch mark.
5. Kondisi Medis Tertentu: Seperti sindrom Marfan atau sindrom Cushing.
6. Penggunaan Kortikosteroid: Penggunaan obat kortikosteroid topikal (seperti hidrokortison) yang tidak tepat atau berlebihan.
7. Warna Kulit Terang: Beberapa studi menunjukkan kulit dengan pigmen lebih terang lebih rentan terlihat.
Strategi Efektif untuk Mencegah Stretch Mark






.png)