BOGORPLUS.ID - Candi Sumber Tetek di Pasuruan menawarkan pengalaman wisata spiritual yang kental dengan atmosfer masa lalu, berlokasi indah di tengah rimbunnya pepohonan hijau lereng Gunung Penanggungan. Destinasi cagar budaya ini memiliki nama asli Candi Belahan, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari ketenangan.

Secara geografis, situs bersejarah ini terletak di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Lokasinya yang berada di lereng gunung memberikan suasana sejuk dan asri bagi setiap pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam sekaligus sejarahnya.

Candi ini sejatinya adalah sebuah petirtaan atau pemandian kuno yang diperkirakan merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Kahuripan di bawah pimpinan Raja Airlangga. Meskipun sebagian besar struktur bata merahnya telah mengalami kerusakan, dinding utama candi masih kokoh berdiri.

Dinding candi tersebut berfungsi sebagai pelindung bagi dua arca penting di dalamnya, yaitu arca Dewi Sri dan arca Dewi Laksmi yang menjadi fokus utama daya tarik situs ini. Kedua arca tersebut menambah nilai historis dan religius dari petirtaan kuno ini.

Daya tarik utama yang membuat situs ini dijuluki "Sumber Tetek" adalah keunikan arca Dewi Laksmi, dari mana air mancur alami yang jernih memancar dari bagian payudaranya menuju kolam di hadapannya. Air pegunungan yang keluar dari arca ini dipercaya memiliki khasiat khusus oleh masyarakat setempat.

Meskipun lokasinya memerlukan sedikit usaha karena harus menempuh jalur yang cukup jauh dari jalan utama Surabaya-Malang, petirtaan eksotis ini tetap ramai dikunjungi wisatawan. Magnet utamanya adalah mitos bahwa air yang keluar dari arca tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan memberikan efek awet muda.

Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya Wilayah Pasuruan, Astono, menjelaskan mengenai akses masuk ke lokasi tersebut. "Wisatawan yang masuk sini gratis. Cukup isi buku tamu," kata Astono, Kamis (29/5).

Banyak pelancong dari berbagai daerah datang untuk sekadar membasuh muka, berendam di kolam pemandian, atau membawa pulang air suci tersebut menggunakan botol pribadi. Selain spiritual, lanskap candi yang ikonik juga menjadi latar belakang favorit untuk kegiatan fotografi.

Astono lebih lanjut menegaskan status kawasan ini sebagai situs bersejarah yang terbuka untuk umum. "Petirtaan Belahan merupakan cagar budaya yang menjadi daya tarik wisatawan. Ini tempat bersejarah yang terbuka untuk umum," jelasnya.