BOGORPLUS.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar mengambil langkah cepat menanggapi laporan mengenai fenomena semburan air keruh yang muncul secara tiba-tiba dari balik pasir di Pantai Segara Ayu. Kejadian ini sempat menjadi sorotan publik setelah terekam dan menyebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Investigasi lapangan langsung dilaksanakan oleh tim dari Dinas PUPR Denpasar, bekerja sama dengan dinas terkait lainnya serta melibatkan perangkat desa setempat. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penggalian di titik pasti lokasi keluarnya air yang tampak keruh tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, membenarkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi kebenaran informasi dan mengidentifikasi penyebab munculnya air tersebut.

"Nggih benar, tadi kami sudah turun ke lapangan dan mengecek langsung lokasi tersebut," ujar Ketut Ngurah Artha Jaya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Denpasar, mengonfirmasi respons cepat instansinya.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan tim di lokasi, aliran air yang awalnya tampak pekat dan deras tersebut dilaporkan mulai menunjukkan perubahan signifikan. Air tersebut berangsur menjadi lebih bersih dan tidak tercium adanya bau menyengat yang biasanya mengindikasikan pencemaran serius.

Dugaan sementara mengarah pada adanya endapan lama yang tersumbat di dalam saluran pembuangan yang lokasinya berdekatan dengan area pantai. Tekanan air yang meningkat diduga menjadi pemicu utama keluarnya endapan tersebut.

"Dugaan akibat lubang pembuangan akhir sempat tertutup pasir pantai. Saat hujan deras terjadi, tekanan air mendorong keluar sumbatan. Karena dorongan itu, air keluar deras hingga tampak keruh seperti yang terlihat dalam video itu," terang Ketut Ngurah Artha Jaya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Denpasar.

Untuk mendapatkan kepastian mengenai sumber dan kondisi aliran air tersebut, pihak PUPR Denpasar bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Denpasar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sepakat untuk melanjutkan investigasi. Rencana mereka adalah menggunakan alat berat untuk penggalian lebih mendalam pada hari berikutnya.

"Iya besok pagi kami turun langsung ke lokasi, alat berat disiapkan untuk menggali lokasi aliran air. Kami besok pastikan hasilnya seperti apa," jelas Ketut Ngurah Artha Jaya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Denpasar, mengenai rencana tindak lanjut.