BOGORPLUS.ID - Di tepi Sungai Lamandau, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berdiri sebuah kompleks makam ulama yang kerap dipenuhi lantunan doa.

Lokasi ini merupakan makam Abdul Qadir Assegaf, atau yang dikenal sebagai Kyai Gede, seorang ulama terkemuka yang berasal dari tanah Jawa dan tiba di wilayah tersebut lebih dari empat abad silam.

Kyai Gede tiba di Kutaringin, yang kini dikenal sebagai Kotawaringin Lama, setelah menerima mandat dari Pangeran Suriansyah dari Kerajaan Banjar pada tahun 1595 untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut.

Perjalanannya menyebarkan agama Islam dimulai dengan berlayar menyusuri Sungai Arut dan Sungai Lamandau bersama para pengikutnya, termasuk Khatib Dayan, hingga akhirnya bertemu dengan Pangeran Adipati Antakusuma.

Pertemuan bersejarah tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya Kerajaan Kutaringin, di mana Kyai Gede kemudian dipercaya menjabat sebagai Mangkubumi pertama dengan gelar Adipati Gede Ing Kutaringin.

Bukti nyata dari sejarah penting ini masih dapat disaksikan melalui keberadaan Masjid Jami' Kutaringin atau yang dikenal sebagai Masjid Kyai Gede, yang diyakini sebagai masjid tertua di Kalimantan Tengah.

Lokasi masjid bersejarah ini juga berdekatan dengan makam Kyai Gede, menjadikannya pusat ziarah spiritual bagi banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

"Di sinilah keunikannya. Kalau wisata pantai biasanya ramai sampai sore, di sini malam hari justru lebih banyak pengunjung karena mereka datang untuk berdoa," ujar Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, pada Rabu (17/6/2026).

Suasana spiritual yang kental ini membuat Kotawaringin Lama sering disamakan dengan kawasan ziarah Wali Songo di Pulau Jawa, menarik ribuan peziarah terutama saat Haul Kyai Gede dilaksanakan setiap tahun.