BOGORPLUS.ID - Pemadaman listrik yang diterapkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur secara bergilir telah menimbulkan dampak signifikan terhadap operasional publik di Kota Surabaya pada Sabtu, 20 Juni 2026. Gangguan pasokan listrik ini secara langsung mematikan sejumlah lampu lalu lintas di ruas-ruas jalan utama kota.
Situasi ini mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tidak teratur di beberapa persimpangan penting, memaksa pengguna jalan untuk mengatur laju kendaraan mereka secara mandiri. Kondisi ini diamati secara spesifik di kawasan Jalan Raya Ngagel, terutama di perempatan dekat Mal Marvel, pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Di lokasi tersebut, kendaraan dari berbagai arah, seperti dari Jalan Dinoyo menuju Jalan Bung Tomo dan dari Jalan Raya Ngagel menuju Raya Gubeng, harus berjalan secara bergantian tanpa adanya pengaturan dari petugas pengatur jalan. Hal serupa juga dilaporkan terjadi di persimpangan lain seperti di Jalan Prapen, di mana durasi padamnya listrik tidak dapat diprediksi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menyatakan bahwa mereka sempat mengalami kesulitan dalam mengantisipasi kekacauan lalu lintas yang terjadi sejak Kamis (18/6) siang. Keterbatasan sumber daya menjadi kendala utama dalam upaya pencegahan kemacetan total di seluruh titik yang terdampak pemadaman.
Pihak Dishub Surabaya mengonfirmasi bahwa jumlah unit genset portabel yang tersedia belum mencukupi untuk mencakup semua persimpangan jalan yang padam secara bersamaan. "Karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan. Karena tidak ada kepastian dari PLN berapa lama durasi gangguannya," kata Abi Dwi Septianto selaku Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dishub Surabaya.
Selain kemacetan, fasilitas publik seperti Stasiun Surabaya Gubeng sisi barat juga ikut gelap gulita karena lampu penerangan padam akibat pemadaman tersebut. Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya sigap mengambil langkah mitigasi dengan segera mengaktifkan pasokan daya cadangan.
Fasilitas pendukung layanan penumpang di stasiun tersebut diupayakan tetap beroperasi secara normal menggunakan listrik dari genset internal stasiun. "Kendati demikian, beberapa fasilitas untuk layanan pengguna masih tetap beroperasi normal dengan pasokan aliran listrik dari fasilitas genset stasiun," ungkap Erlangga Budi Laksono, Pelaksana Harian Manager Humas Daop 8 Surabaya.
Penyebab utama pemadaman bergilir ini adalah penurunan kapasitas suplai listrik di wilayah Jawa Timur yang dipicu oleh adanya kendala teknis operasional pada sistem pembangkit listrik. PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur menegaskan bahwa mereka telah mengerahkan seluruh tim untuk mempercepat proses pemulihan.
Manajemen PLN menjelaskan bahwa penerapan manajemen beban dilakukan secara terbatas sebagai upaya preventif untuk menghindari risiko gangguan yang lebih luas pada jaringan kelistrikan regional. "Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," jelas Dana Puspita Sari, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim.






.png)