BOGORPLUS.ID - Pemerintah Malaysia kembali mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk segmen non-subsidi yang mulai berlaku pekan ini. Penetapan harga BBM di negara tetangga ini dilakukan secara mingguan, berlaku dari Kamis hingga Rabu pekan berikutnya.
Penyesuaian harga terbaru ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Keuangan Malaysia, sebagaimana diberitakan oleh media setempat. Keputusan ini menunjukkan adanya dinamika harga komoditas energi global yang memengaruhi pasar domestik Malaysia.
Secara spesifik, harga bensin RON 95 non-subsidi mengalami koreksi penurunan signifikan sebesar 25 sen. Bahan bakar ini kini dijual dengan harga 3,47 ringgit per liter, angka yang menarik perhatian publik.
Jika dikonversikan menggunakan kurs saat ini, harga RON 95 non-subsidi tersebut setara dengan sekitar Rp 15.121 per liter. Angka ini terpantau lebih rendah jika dibandingkan harga Pertamax (RON 92) di Indonesia yang dijual Rp 16.250 per liter.
"Harga bensin RON 95 non-subsidi tercatat turun sebesar 25 sen menjadi 3,47 ringgit per liter," demikian informasi yang disampaikan berdasarkan analisis harga terbaru. Konversi kurs yang digunakan adalah 1 ringgit setara dengan Rp 4.357.
Penurunan harga yang sama juga diterapkan pada bensin RON 97, yang kini dijual pada level 4,10 ringgit per liter, atau setara dengan Rp 17.866 per liter. Ini menunjukkan adanya tren penurunan harga pada segmen bensin beroktan tinggi.
Sementara itu, harga bensin RON 95 yang disubsidi pemerintah tidak mengalami perubahan harga sama sekali melalui skema Budi Madani RON 95 (Budi95). Harga subsidi ini tetap stabil di angka 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp 8.671 per liter.
Fasilitas bensin bersubsidi tersebut memiliki ketentuan ketat, yaitu hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) aktif. Pemerintah setempat juga memberlakukan batasan kuota bulanan sebesar 200 liter per konsumen.
Sektor bahan bakar diesel juga mendapat kabar baik karena mengalami penurunan harga, di mana solar umum turun sebesar 30 sen menjadi 4,07 ringgit per liter, atau setara Rp 17.735 per liter. Varian solar Euro 5 B7 juga disesuaikan menjadi 4,27 ringgit per liter (sekitar Rp 18.607 per liter).






.png)