BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden tak terduga terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana seekor beruk berhasil melarikan diri dari Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder, Playen. Peristiwa lepasnya satwa liar ini dilaporkan mulai terjadi sejak sore hari, Senin (8/6/2026), dan menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Insiden penyerangan yang melibatkan satwa primata tersebut menimpa tiga orang warga yang mengalami luka-luka akibat gigitan dan cakaran. Kejadian ini menarik perhatian publik setelah salah satu korban berhasil melepaskan seorang anak kecil yang sedang dipeluk oleh beruk tersebut.
Salah satu korban yang terluka adalah Rubijan (50), warga Gading VIII, yang mengalami luka di lengan kiri dan paha bawah kiri saat mencoba menolong seorang anak berinisial F (6). "Saat saya tolong beruk itu malah menyerang balik dan luka di lengan kiri sama paha bawah kiri, kemungkinan digigit sama dicakar ini. Tapi yang penting dia (F) bisa dilepaskan beruk itu," kata Rubijan kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Akibat tindakan heroiknya, Rubijan harus menerima perawatan medis berupa jahitan pada luka-lukanya, sementara korban F mengalami luka di bagian paha kanan bawah. Setelah berhasil melepaskan anak tersebut, beruk liar itu dilaporkan bergerak menjauh dari lokasi dan menuju area permukiman warga.
Hewan tersebut kemudian diketahui mendatangi rumah ketua RT setempat, yang kemudian berupaya menenangkan satwa tersebut dengan cara memberikan makanan. Ketua RT 08 Gading VIII, Mugiyono, mengonfirmasi bahwa hewan tersebut sempat mengacak-acak bagian depan rumahnya.
"Lalu sempat telepon Damkar juga dan akhirnya sama warga memutuskan untuk mengejar beruk itu sampai malam," ucap Mugiyono, menjelaskan upaya warga dan petugas pemadam kebakaran dalam mengevakuasi satwa tersebut. Pencarian intensif oleh warga dan petugas sempat berlangsung sepanjang malam, namun jejak satwa tersebut sempat hilang.
Kabar penangkapan satwa tersebut baru dapat dipastikan pada keesokan harinya, Selasa siang. "Saya tadi dapat info beruknya sudah tertangkap, hari ini tertangkapnya. Kalau yang menangkap dari petugas Bunder," ujarnya. Satwa tersebut akhirnya berhasil ditangkap pada pukul 11.25 WIB dan segera dievakuasi kembali ke UPS Bunder.
Meskipun satwa telah berhasil diamankan, salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan keluhannya mengenai respons otoritas terkait penanganan korban. "Sampai saat ini belum ada yang menjenguk dua warga saya itu, berobat saja ditanggung sendiri itu. Maksud saya meski ini kecelakaan kan setidaknya dikaruhke (didatangi untuk jenguk atau menanyakan kabar)," tutur Mugiyono.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja memberikan penjelasan mengenai penyebab lepasnya satwa tersebut dari kandang penangkaran. Kepala BKSDA Jogja, Darmanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena kerusakan pada fasilitas penangkaran.





