BOGORPLUS.ID - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan langsung pada Rabu, 17 Juni 2026, untuk memantau kondisi warga korban gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Peninjauan ini didorong oleh dampak sekunder gempa darat bermagnitudo 6,7 di Palu yang menyebabkan tanah longsor menutup sumber air bersih vital bagi masyarakat setempat.

Kunjungan gubernur menyasar lima desa yang mengalami dampak signifikan, yaitu Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, serta wilayah Kamarora A dan Kamarora B. Data pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 550 kepala keluarga di Sigi terdampak langsung oleh bencana alam tersebut.

Warga terdampak memilih untuk bertahan di sekitar kediaman mereka dan tidak mengikuti prosedur evakuasi terpusat demi menjaga harta benda dan rumah masing-masing. Hal ini menyebabkan kebutuhan logistik darurat di posko-posko mandiri menjadi prioritas utama penanganan Pemprov Sulteng.

Kebutuhan paling mendesak yang disampaikan masyarakat saat pertemuan dengan gubernur adalah penyediaan tenda dan terpal, karena rasa takut membuat mereka enggan kembali ke dalam bangunan rumah. "Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah," ucap Anwar kepada wartawan.

Selain kebutuhan tempat berlindung, masalah krisis air bersih menjadi fokus penanganan darurat karena material longsoran menutup akses ke sumber air minum alami. Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng ditugaskan untuk memastikan pasokan air minum bersih dapat didistribusikan setiap hari kepada warga.

Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti perlunya bantuan non-pangan seperti obat-obatan, terutama selimut untuk anak-anak yang rentan terhadap perubahan cuaca. "Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak," tambah Anwar.

Sebagai respons awal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mendistribusikan sekitar 650 paket kebutuhan pokok (sembako) kepada para korban terdampak. Bersamaan dengan distribusi bantuan, proses asesmen mendalam terhadap kerusakan infrastruktur dan bangunan terus dilakukan untuk merencanakan tahap rehabilitasi pascabencana.

Anwar Hafid menjamin bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengakomodasi keperluan darurat masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi pada hari itu juga. "Insyaallah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," tegas Anwar.

Dikutip dari Detikcom, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa guncangan gempa utama pada Selasa (16/6) memang memicu tanah longsor di kawasan perbukitan baik di Kabupaten Sigi maupun Kabupaten Poso. "Kemarin kami mendapat laporan akibat gempa utama itu terjadi longsor di daerah kabupaten Sigi dan Poso," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers melalui YouTube BNPB, Rabu (17/6).