bogorplus.id - Kasus penyiraman air keras terhadap pelajar di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mulai terungkap.
Terbaru, tidakan tak terpuji itu bermula dari aksi tawuran antarpelajar. Kini jumlah korban bertambah menjadi tiga orang.
Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, Silfi Adi Putri, menyebut penyiraman terjadi saat dua kelompok pelajar yang telah janjian terlibat bentrokan.
“Berawal dari tawuran. Mereka janjian dengan tim lawan, lalu dalam proses itu terjadi penyiraman air keras,” ujar Silfi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Peristiwa tersebut dipastikan terjadi di wilayah hukum Tangerang Selatan, meski laporan awal masuk di Bogor.
“Lokasi penyiraman masuk wilayah hukum Tangerang Selatan,” katanya.
Laporan pertama diterima pada 21 April 2026 dari keluarga korban, disusul laporan lain sehari kemudian dari korban berbeda. Hingga kini, penanganan kasus dilakukan sesuai wilayah kejadian.






.png)