BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kebakaran besar melanda sebuah kios tambal ban semi permanen yang berlokasi di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, pada Rabu (17/6/2026) pagi hari. Peristiwa ini menghanguskan seluruh bangunan usaha beserta seluruh isinya tanpa menimbulkan adanya korban jiwa.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Ghozali (60) sekitar pukul 04.30 WIB, ketika api sudah tampak membesar dan sulit dikendalikan. Kios tersebut diketahui merupakan milik seorang pengusaha bernama Arief (31) yang berlokasi di jalur arteri yang menghubungkan arah Malang menuju Surabaya.
Dilansir dari Detikcom, total kerugian materiil yang ditaksir akibat kebakaran hebat ini mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp300 juta. Kerugian besar ini disebabkan oleh banyaknya barang berharga dan peralatan bengkel yang tidak sempat diselamatkan dari amukan si jago merah.
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah: BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Kawasan Pegunungan Hari Ini
Pemilik kios, Arief, mengungkapkan rasa terkejutnya dan mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi akar penyebab utama dari kejadian yang menghancurkan sumber penghidupannya tersebut.
"Saya sangat sedih. Saya tidak tahu pasti penyebab kebakarannya. Saat tahu, kondisi api sudah besar dan membakar seluruh isi kios," kata Arief, Pemilik Kios.
Arief merinci bahwa aset berharga miliknya yang ikut hangus terbakar meliputi sejumlah uang tunai, dua unit kendaraan bermotor, serta puluhan ban truk baru dan berbagai perlengkapan bengkel lainnya.
"Yang terbakar uang tunai sekitar Rp 70 juta, dua sepeda motor, 20 ban truk baru, kompresor besar, handphone dan perlengkapan bengkel lainnya. Semua habis terbakar," ujar Arief, Pemilik Kios.
Menanggapi laporan dari warga, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidoarjo segera menerjunkan dua unit mobil pemadam dari Pos Candi dan Pos Porong menuju lokasi kejadian. Petugas sempat mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman awal karena material karet yang mudah terbakar.
Hanafi, salah satu petugas dari Damkar Pos Candi, menjelaskan bahwa proses pemadaman membutuhkan waktu ekstra karena karakteristik material yang terbakar di lokasi sempit tersebut.






.png)