bogorplus.id – Nyeri payudara saat haid biasanya disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi jaringan payudara. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan bra yang nyaman, kompres hangat, atau minum obat pereda nyeri bila perlu.
Nyeri payudara saat haid umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian normal dari siklus menstruasi. Namun, jika nyerinya sangat mengganggu atau muncul di luar jadwal haid, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Selain karena haid, penyebab nyeri payudara karena penggunaan pil KB, kehamilan, stres, atau cedera. Waspadai jika nyeri disertai benjolan keras, perubahan bentuk payudara, atau keluar cairan dari puting, karena bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius.
Penyebab Payudara Nyeri Saat Haid
Perubahan hormon selama siklus menstruasi adalah penyebab paling umum dari nyeri payudara. Rasa nyeri ini biasanya muncul menjelang haid, terutama saat kadar hormon estrogen meningkat dan progesteron menurun.
Pada fase ini, pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar payudara juga bisa terjadi, sehingga memperparah rasa nyeri. Selain itu, peningkatan hormon prolaktin yang biasanya merangsang produksi ASI setelah melahirkan juga bisa membuat payudara terasa lebih sensitif dan membengkak, meskipun wanita tersebut tidak sedang menyusui.
Nyeri payudara juga bisa muncul saat ovulasi, yaitu sekitar 12–14 hari sebelum haid dimulai. Namun, hormon bukan satu-satunya faktor penyebab nyeri karena kadang hanya satu payudara saja yang terasa sakit, bisa jadi respons setiap sisi payudara terhadap perubahan hormon memang berbeda.
Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Haid
Jika Anda sering merasakan nyeri payudara setiap bulan dan belum yakin apakah itu berhubungan dengan siklus haid, cobalah mencatat waktu dan tingkat nyerinya. Dengan membuat catatan ini, Anda bisa mengetahui apakah nyerinya muncul secara teratur dan mungkin berkaitan dengan hormon.