BOGORPLUS.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Pemerintah Kelurahan Kapal yang berlokasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, mengambil langkah tegas terkait pengaturan lalu lintas di wilayahnya. Kebijakan ini berfokus pada penertiban parkir kendaraan di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi kemacetan yang diprediksi akan meningkat tajam menjelang hari raya besar keagamaan tersebut. Peningkatan volume kendaraan belanja kebutuhan hari raya, khususnya bahan penjor, menjadi perhatian utama otoritas setempat.

Permasalahan utama yang ditemukan adalah menjamurnya lapak pedagang penjor musiman di bahu jalan, yang kemudian menyebabkan para pembeli memarkir kendaraan mereka secara sembarangan di badan jalan raya. Hal ini secara signifikan mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas.

Menurut pantauan yang dilansir dari Detikcom, meskipun sudah ada arahan dari otoritas wilayah, masih banyak ditemukan pembeli yang memarkir kendaraannya persis di depan lokasi lapak dagangan mereka. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama saat jam-jam sibuk menjelang tiga hari sebelum puncak Galungan.

Pihak kelurahan telah mengidentifikasi bahwa penutupan jalur alternatif di Jalan Menuh telah menambah beban kepadatan lalu lintas pada jalur utama yang kini menjadi fokus pengawasan.

Menanggapi situasi ini, Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. "Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga masyarakat dan para pembeli penjor untuk tidak lagi memarkir kendaraan di badan jalan utama. Penutupan jalur alternatif di Jalan Menuh saat ini membuat beban kendaraan di jalur utama sudah sangat padat," ujar I Nyoman Adi Setiawan.

Untuk memfasilitasi masyarakat yang berbelanja, Pemerintah Kelurahan Kapal telah menyiapkan tiga lokasi kantong parkir resmi yang bisa dimanfaatkan. Lokasi tersebut meliputi Area Parkir Pasar Yadnya, area parkir di dalam Wantilan Kapal, serta bahu Jalan Ratna yang akan diatur dengan sistem parkir paralel yang rapi.

Lurah Kapal juga menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan untuk memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan demi kelancaran bersama. "Masyarakat yang mau belanja bisa langsung ke tiga kantong parkir itu. Kami mohon kerja samanya, baik pengguna roda dua maupun roda empat, untuk parkir di sana lalu jalan kaki singkat ke tempat pedagang," jelas I Nyoman Adi Setiawan.

Selain penyediaan fasilitas parkir, para pedagang penjor di kawasan Kelurahan Kapal juga dibebani tanggung jawab tambahan. Mereka diwajibkan untuk secara aktif mengarahkan dan memastikan pembeli mereka memarkir kendaraan di tempat yang semestinya.