bogorplus.id - Susah buang air besar atau sembelit, yang dalam istilah medis dikenal sebagai konstipasi, merupakan kondisi yang umum dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika frekuensi buang air besar (BAB) berkurang dari biasanya. Meski frekuensi BAB setiap individu bervariasi, seseorang secara medis dianggap mengalami sembelit jika tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari atau frekuensinya kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Memahami penyebab sembelit sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memicu gangguan pencernaan tersebut:
1. Gaya Hidup dan Pola Makan
Pola makan tidak sehat menjadi pemicu utama sembelit, terutama kurangnya konsumsi serat dan cairan. Selain itu, konsumsi produk olahan susu yang berlebihan serta perubahan pola makan yang mendadak dapat mengganggu ritme pencernaan. Faktor pendukung lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik atau jarang berolahraga.
2. Masa Kehamilan
Ibu hamil sering kali mengeluhkan sembelit, khususnya pada trimester pertama. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang memicu relaksasi otot-otot tubuh, termasuk otot usus, sehingga proses kontraksi usus untuk mengeluarkan feses menjadi lebih lambat.
3. Kebiasaan Menunda Buang Air Besar
Mengabaikan dorongan alami untuk buang air besar dapat menyebabkan feses mengeras dan semakin sulit dikeluarkan. Kebiasaan ini sering ditemukan baik pada anak-anak maupun orang dewasa dan menjadi salah satu penyebab utama konstipasi kronis.
4. Efek Samping Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan tertentu diketahui memiliki efek samping terhadap kelancaran pencernaan. Beberapa di antaranya meliputi suplemen kalsium dan zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, diuretik, hingga obat pereda nyeri golongan narkotik. Penggunaan obat pencahar (laksatif) yang berlebihan juga justru berisiko memperburuk kondisi sembelit dalam jangka panjang.
5. Kondisi Medis dan Faktor Psikologis
Dalam beberapa kasus, sembelit merupakan gejala dari kondisi medis seperti diabetes, sindrom iritasi usus besar, gangguan tiroid, hingga penyakit serius seperti kanker usus besar atau kelainan saraf. Selain faktor fisik, gangguan psikis seperti stres, kecemasan, dan depresi juga memiliki korelasi langsung terhadap kesehatan sistem pencernaan.
Langkah Penanganan dan Solusi Alami
Langkah awal untuk mengatasi sembelit adalah dengan memperbaiki pola hidup. Para ahli menyarankan pemenuhan kebutuhan air putih harian, meningkatkan asupan serat dari buah dan sayur, serta rutin melakukan aktivitas fisik minimal 15 menit setiap hari.
Selain perubahan gaya hidup, penggunaan bahan herbal alami dapat menjadi alternatif aman untuk melancarkan pencernaan. Kombinasi ekstrak bahan alami seperti Cassia sennae folium (daun senna), Rheum officinale radix (akar kelembak), Foeniculi vulgare fructus (buah adas), dan Glycyrrhiza glabra radix (akar manis) telah terbukti secara klinis membantu melunakkan feses dan melancarkan BAB tanpa menimbulkan rasa mulas yang berlebihan.

