bogorplus.id - Perdarahan vagina setelah berhubungan seksual, atau yang dikenal sebagai dispareunia, dapat menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan. Meskipun sering dikaitkan dengan penyebab ringan seperti gesekan atau kekeringan, kondisi ini juga bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Fenomena ini dapat dialami oleh wanita dari segala usia.

Beragam Faktor Pemicu Perdarahan Pasca-Seksual

Terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan munculnya bercak darah atau perdarahan setelah aktivitas seksual. Beberapa penyebab umum dan serius meliputi:

1. Gesekan Fisik: Perdarahan dapat dipicu oleh gesekan berlebihan pada dinding vagina selama penetrasi. Hal ini sering terjadi pada wanita yang baru pertama kali berhubungan seksual atau jika aktivitas seksual dilakukan secara kasar. Lecet akibat gesekan kuat juga menjadi pemicu umum.

2. Kekeringan Vagina: Kurangnya cairan pelumas alami merupakan penyebab utama. Kondisi ini sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause. Kekeringan juga bisa disebabkan oleh atrofi vagina, yakni penipisan, kekeringan, dan peradangan dinding vagina akibat kekurangan hormon estrogen.

3. Infeksi Vagina: Peradangan pada jaringan vagina akibat infeksi dapat memicu perdarahan. Beberapa kondisi infeksi yang patut diwaspadai antara lain vaginitis, servisitis, penyakit radang panggul, serta infeksi menular seksual (IMS).

4. Polip: Pertumbuhan jaringan kecil jinak (nonkanker) pada lapisan serviks atau dinding rahim yang disebut polip dapat menyebabkan perdarahan pasca-hubungan seksual.

5. Kanker Serviks: Perdarahan vagina setelah berhubungan seksual merupakan salah satu gejala utama dari kanker serviks. Sekitar 11 persen wanita yang didiagnosis menderita kanker serviks melaporkan gejala ini.

6. Faktor Lain: Kurangnya rangsangan seksual sehingga vagina tidak menghasilkan cukup lendir pelumas juga rentan menyebabkan luka. Selain itu, perdarahan bisa terjadi pada ibu yang baru melahirkan, sedang menyusui, atau mengalami menopause. Beberapa kondisi medis lain seperti prolaps uterus dan erosi serviks juga dapat menjadi pemicu.