bogorplus.idGangguan hormon pada wanita umumnya identik dengan gejala-gejala yang dialami wanita pada saat menjelang menopause hingga beberapa waktu setelah selesai menopause. Padahal sebenarnya perubahan hormon memengaruhi semua orang dari dari sejak mereka lahir hingga akhir hayat. Namun sayangnya kita hanya sedikit mengetahui mengenai gangguan hormon ini.

Bagi kebanyakan wanita, gangguan akibat perubahan hormon paling terlihat pada waktu mereka menginjak usia 40 hingga 50-an, tetapi ada juga yang sudah mengalaminya di usia 30-an. Banyak wanita sudah merasakan tanda-tanda ketidakseimbangan hormon meskipun masih dalam usia muda, yang sangat berkaitan dengan gaya hidup, pola makan, paparan polusi, toksin, serta berbagai bahan kimia yang ada dimana-mana.

Meskipun begitu, Anda bisa mengatasi gangguan hormon ini dengan lebih baik jika Anda sudah mengetahui tanda-tandanya dari awal. Mampu mendeteksi tanda-tanda gangguan hormon pada wanita adalah kunci untuk mempertahankan gaya hidup sehat karena masalah ini bertanggung jawab atas banyak keluhan kesehatan yang Anda alami.

Apa Peran dari Hormon?

Hormon adalah bahan kimia kecil pembawa pesan yang bergerak bebas di sekitar aliran darah untuk memberi pesan kepada organ dan jaringan tubuh agar menjalankan fungsi mereka. Pembawa pesan ini bekerja keras dan memengaruhi kesehatan Anda dalam banyak bidang, misalnya dalam bidang perkembangan dan pertumbuhan tubuh, sistem metabolisme makanan, fungsi seksual, fungsi kognitif dan mood, serta suhu tubuh.

Karena hormon memengaruhi banyak aspek dari kesehatan Anda, jadi sangatlah penting untuk menjaganya tetap seimbang. Sayangnya keseimbangan hormon gampang terganggu, oleh sebab itu Anda perlu mengetahui tanda-tanda adanya gangguan hormon agar bisa segera memperbaikinya.

Kenaikan Berat Badan

Jika Anda memilki sedikit masalah dengan berat badan, bukan berarti Anda pasti punya masalah dengan pola makan. Ada kemungkinan masalah berat badan ini disebabkan oleh gangguan hormon yang sedang dialami.

Hormon streskortisoldisekresikan oleh kelenjar adrenal. Apabila produksi dari hormon kortisol ini terganggu (entah karena dampak stres atau penyebab lainnya), gangguan ini tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga memicu akumulasi atau penumpukan bobot di bagian-bagian tubuh tertentu.