bogorplus.id - Kedekatan emosional sering kali membuat seseorang cenderung memaklumi tabiat buruk pasangan maupun teman dekat. Namun, membiarkan perilaku negatif secara terus-menerus dapat menjebak seseorang dalam hubungan toksik (toxic relationship) yang berdampak buruk pada kesehatan mental.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua perilaku negatif layak mendapatkan toleransi. Berikut adalah delapan sikap buruk yang sebaiknya tidak dimaklumi demi menjaga kesejahteraan psikologis Anda:

1. Kebiasaan Meremehkan Orang Lain
Kritik yang sehat seharusnya bersifat membangun dan memotivasi. Sebaliknya, kritikan yang bertujuan meremehkan, mencemooh, atau menjatuhkan harga diri dengan kalimat negatif seperti "Kamu tidak pernah..." atau "Kamu selalu..." adalah tanda perilaku yang tidak sehat. Sikap ini, termasuk pengabaian janji, secara perlahan dapat mengikis kepercayaan diri seseorang.

2. Perilaku Manipulatif
Individu manipulatif akan berupaya mengendalikan orang di sekitarnya untuk kepentingan pribadi. Mereka sering kali melakukan gaslighting, yaitu membuat korban merasa bersalah atau meragukan realitasnya sendiri. Saat dikonfrontasi, pelaku cenderung menyangkal kenyataan dan memutarbalikkan fakta agar seolah-olah mereka yang menjadi korban.

3. Membuat Orang Lain Tidak Berdaya
Sikap ini bertujuan untuk melemahkan kemandirian seseorang. Pelaku mungkin terlihat selalu ada untuk membantu, namun tujuannya adalah menciptakan ketergantungan yang ekstrem. Dengan membuat orang lain merasa tidak berdaya tanpanya, pelaku lebih mudah mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

4. Enggan Mendengarkan
Komunikasi yang efektif adalah kunci hubungan yang sehat. Menurut Good Therapy, kurangnya kemampuan atau kemauan seseorang untuk mendengarkan dapat menghambat penyelesaian konflik. Jika seseorang terus-menerus menolak berdiskusi dan mengabaikan lawan bicaranya, hal ini menjadi indikasi kuat adanya dinamika hubungan yang toksik.

5. Melakukan Penghinaan
Segala bentuk penghinaan, baik melalui kata-kata, ejekan, maupun gestur tubuh seperti memutar bola mata, tidak boleh ditoleransi. Hubungan yang sehat harus dilandasi oleh sikap saling menghargai. Adanya perilaku menghina menunjukkan hilangnya rasa hormat dalam hubungan tersebut.

6. Pelampiasan Emosi yang Tidak Tepat
Setiap orang memiliki emosi negatif, namun melampiaskannya kepada orang lain yang tidak bersalah adalah tindakan yang salah. Perilaku ini dapat menyebabkan kelelahan mental bagi pihak yang menerima pelampiasan tersebut. Individu yang dewasa seharusnya mampu mengelola emosinya secara sehat tanpa merugikan orang lain.

7. Mengabaikan Pikiran dan Perasaan
Dalam hubungan yang setara, pendapat dan perasaan setiap individu harus dihargai. Jika seseorang sering menertawakan atau menganggap tidak penting apa yang Anda rasakan, itu adalah tanda bahwa mereka tidak menghargai eksistensi Anda. Kondisi ini menuntut Anda untuk mengevaluasi kembali keberlanjutan hubungan tersebut.