bogorplus.id  - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengaku tersentuh melihat karya foto korban erupsi Semeru dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2026).

Foto tersebut menampilkan sepasang orang tua menggendong bayinya saat berusaha menyelamatkan diri dari bencana erupsi Gunung Semeru. 

Menurut Bima Arya, gambar itu bukan sekadar dokumentasi peristiwa, tetapi menyimpan pesan kemanusiaan yang kuat.

“Saya paling tersentuh ketika melihat foto di Semeru, bapak dan ibu menggendong anaknya yang masih bayi, saya membayangkan anak itu melihat foto tersebut 10 sampai 20 tahun kemudian ketika orang tuanya sudah tidak ada dan pernah menyambung nyawa demi anaknya,” Ujar Bima Arya kepada wartawan, Jum'at (8/5/2026). 

Ia menilai karya foto jurnalistik mampu merekam momen penting yang menggetarkan hati publik dan menjadi catatan sejarah kemanusiaan.

“Karya jurnalistik bukan hanya menangkap kejadian, tetapi juga menyuarakan pesan-pesan kemanusiaan,” ungkapnya. 

Bima Arya juga mengapresiasi kemampuan pewarta foto dalam menangkap momen secara presisi dengan memadukan estetika dan makna dalam satu gambar.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kamera ponsel canggih memang membantu proses dokumentasi, namun nilai artistik dan kedalaman pesan dalam karya foto jurnalistik tetap tidak tergantikan.