Bogorplus.id – Jetstar Asia, maskapai berbiaya rendah yang berbasis di Singapura, resmi mengakhiri operasionalnya per 31 Juli 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan restrukturisasi strategis yang diambil oleh induk perusahaan Jetstar Asia, yakni Qantas Airways, maskapai nasional Australia.
Keputusan untuk menutup Jetstar Asia bukan hanya berdampak pada jadwal penerbangan, tetapi juga mengguncang industri aviasi regional.
Setidaknya 16 rute intra-Asia yang selama ini dilayani Jetstar Asia akan dihentikan, termasuk rute-rute populer menuju Jakarta, Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, Bali, hingga Kolombo.
Sebagai maskapai yang mengoperasikan sekitar 180 penerbangan mingguan dari Terminal 4 Bandara Changi, Jetstar Asia telah melayani lebih dari 2,3 juta penumpang pada tahun 2024, atau sekitar 3 persen dari total lalu lintas Bandara Changi.
Jetstar Asia memastikan bahwa penumpang yang terdampak akan dihubungi secara langsung oleh pihak maskapai.
Mereka akan diberikan pilihan berupa pengembalian dana penuh atau pengalihan penerbangan ke maskapai lain bila memungkinkan.
Selain itu, Jetstar juga telah menyediakan halaman web khusus untuk memuat informasi dan pembaruan terkait pembatalan ini.