BOGORPLUS.ID - Seorang kreator konten independen yang dikenal karena mendokumentasikan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dian Rana, telah mengambil keputusan mengejutkan untuk mengubah jalur kariernya. Pada Selasa (9/6/2026), Dian resmi beralih profesi menjadi pengemudi ojek daring (online) di wilayah Balikpapan.
Keputusan ini diambil setelah Dian berjuang selama lebih dari empat tahun untuk merekam dan menyajikan perkembangan proyek IKN melalui kanal digitalnya. Ia menghadapi tantangan finansial serius yang memaksanya mencari sumber penghasilan alternatif yang lebih stabil.
Penurunan signifikan dalam jumlah penonton video YouTube miliknya menjadi pemicu utama perubahan profesi ini. Dikutip dari Detikcom, hal ini terjadi seiring dengan semakin terbukanya akses publik ke kawasan IKN dan meningkatnya jumlah kreator konten lain yang juga meliput area tersebut.
Kondisi keuangan yang semakin menipis dan desakan kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya sewa tempat tinggal, menjadi faktor penentu. Dian mengakui bahwa tabungan yang ia miliki sudah tidak mencukupi untuk menopang kebutuhan keluarganya tanpa adanya pemasukan rutin.
"Saya sudah putuskan sejak akhir 2025 untuk beralih, tidak lagi fokus khusus ke IKN. Saya juga ngontrak di sini, kalau terus bertahan enggak akan kebayar kontrakannya," ujar Dian pada Selasa (9/6/2026).
Sebelum sepenuhnya meninggalkan dunia konten, Dian berupaya menyelamatkan warisan dokumentasinya yang berharga. Ia telah menyerahkan puluhan karya video dokumentasi pembangunan IKN kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dian menyatakan harapannya agar karya-karyanya tersebut tetap dapat diakses oleh masyarakat di masa mendatang sebagai catatan sejarah pembangunan bangsa. "Saya ingin ada jejak bahwa saya pernah berjuang dan mendokumentasikan Ibu Kota Nusantara," katanya.
Pihak ANRI telah melakukan verifikasi terhadap berkas video yang diajukan oleh Dian. Dari total 27 dokumentasi pembangunan IKN yang diserahkan, beberapa di antaranya dinyatakan memenuhi standar untuk ditetapkan sebagai arsip statis nasional.
"Kalau saya terus bertahan seperti itu, saya enggak akan bisa bertahan secara keuangan. Tabungan saya juga sudah menipis," ujarnya.





