Bogorplus.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama KH Masturo Rohili, seorang tokoh agama sekaligus ketua Yayasan Arrohiliyah YAHIB di Bekasi masih menjadi sorotan.
Dalam pengakuannya melalui podcast bersama dr. Richard Lee, keponakannya berinisial ZA mengungkap tindakan tidak pantas yang dilakukan sang kyai selama kurang lebih 10 tahun.
Lebih mengejutkan lagi, hubungan keduanya bukan hanya sekadar murid dan guru agama, tetapi ZA juga merupakan anak angkat dari KH Masturo Rohili dan istrinya, yang akrab dipanggil “bunda”.
Meski telah berlangsung lama, ZA baru berani angkat bicara setelah rekaman percakapan pribadinya beredar di media sosial.
Salah satu alasan ZA diam selama ini adalah karena sang “bunda” selalu membela suaminya.
“Kenapa selalu belain ayah? Itu yang aku takut,” ujar ZA dalam rekaman suara tersebut.
Tak kalah mencuri perhatian, istri KH Masturo Rohili justru menunjukkan sikap yang dinilai publik tidak empatik terhadap ZA.
Dalam rekaman tersebut, ia menyalahkan korban dan menyebut hubungan itu terjadi karena “sama-sama mau”.
“Lu pada mau berarti,” ujar istri KH Masturo dalam rekaman yang kini viral di media sosial.