BOGORPLUS.ID - Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang kini mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi, yang sering kali mengalami krisis air bersih setiap tahunnya.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, seluruh kelurahan di kota tersebut memiliki potensi tinggi untuk terdampak kekeringan saat musim kemarau tiba.

Mayoritas penduduk di Kota Cimahi yang memiliki luas wilayah 40,2 kilometer persegi ini sangat bergantung pada ketersediaan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Kendala juga dialami oleh warga yang mengandalkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sebab debit air yang dialirkan melalui pipa bawah tanah cenderung menurun drastis saat musim kemarau.

Menanggapi situasi yang berulang ini, warga di Jalan Bapa Ampi, RW 05, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, mengambil inisiatif mandiri dengan membangun sistem sumur resapan di lapangan serbaguna setempat.

Dilansir dari Detikcom, langkah kreatif ini dilakukan melalui gotong royong warga untuk mengatasi masalah ketersediaan air yang selama ini menjadi persoalan rutin di lingkungan mereka.

Ketua RW 05, Aries Wahyudi, menjelaskan bahwa daerah mereka selalu mengalami kekeringan saat musim kemarau karena ketergantungan pada air tanah yang sumurnya harus dibor sendiri oleh warga.

"Sejak lama, daerah kami ini selalu kekeringan kalau masuk musim kemarau. Kebanyakan disini kan pakainya air tanah, jadi ngebor sendiri," kata Aries Wahyudi saat ditemui pada Sabtu (13/6/2026).

Aries menambahkan bahwa lapangan tersebut dulunya sering tergenang banjir dan lama surut, sehingga warga terdorong untuk mencari solusi yang bisa mengatasi banjir sekaligus kekeringan.