bogorplus.id - Pelaksanaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di tingkat Kecamatan Ciawi menuai sorotan dari kalangan pemuda.
Ketua KNPI Kecamatan Ciawi, Muhamad Yusril menilai penyelenggaraan HJB masih belum memberikan ruang strategis bagi keterlibatan generasi muda dan komunitas kreatif lokal.
Menurut dia, HJB semestinya menjadi momentum kolaborasi, pemberdayaan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, bukan hanya agenda seremonial tahunan yang minim partisipasi pemuda.
“Pelaksanaan HJB di Kecamatan Ciawi ini masih terlihat belum memberi ruang yang cukup bagi pemuda untuk terlibat secara strategis. Padahal potensi pemuda di Ciawi sangat besar, baik dari sisi kreativitas, ekonomi, maupun komunitas,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (27/5).
Ia menilai, keterlibatan pemuda seharusnya tidak hanya sebatas pelengkap acara. Menurutnya, generasi muda perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan agar HJB benar-benar menjadi ruang kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau pemuda hanya ditempatkan sebagai pelengkap acara, maka HJB kehilangan makna pentingnya sebagai ruang kolaborasi. Harus ada perubahan pola pikir dalam penyelenggaraan kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Yusril juga mendorong Pemerintah Kecamatan Ciawi agar membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi komunitas lokal, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, seni budaya, dan ruang ekspresi anak muda.
Lebih lanjut, ia menambahkan, keterlibatan aktif pemuda dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan HJB.
Meski melontarkan kritik, KNPI Kecamatan Ciawi menegaskan tetap siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun konsep HJB yang lebih inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

