bogorplus — Penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Bogor kembali disorot tajam.
Di tengah klaim pengetatan distribusi Program Keluarga Harapan (PKH), masih ada warga miskin yang belum pernah menerima bantuan, sementara dugaan bansos salah sasaran terus bermunculan di lapangan.
Salah satunya dialami Permana (36), warga Desa Cibening, Kelurahan Cibening, Pamijahan mengatakan, dirinya mengaku belum pernah tersentuh bansos meski sudah berkali-kali mengajukan melalui aplikasi maupun pemerintah desa.
“Anak saya masih kecil-kecil, rumah juga nggak punya, jualan cuma kecil-kecilan, seribuan, kadang buat makan sehari-hari aja susah, saya sudah ngajuin dari dulu sampai sekarang punya anak satu belum dapat juga,” ujar Permana saat dihubungi Bogorplus.id, Senin (25/5/2026).
Ia mengaku selama ini hidupnya banyak ditopang bantuan keluarga dan belas kasihan tetangga sekitar. Kondisi ekonomi yang serba pas-pasan membuat keluarganya hanya mampu bertahan untuk kebutuhan makan sehari-hari.
“Banyak dibantu saudara, kadang orang tua kalau lagi ada rezeki, tapi tetap jualan walaupun sepi, yang penting ada buat makan sehari-hari. Kekurangannya banyak dibantu saudara sama orang tua,” katanya.
Permana juga menceritakan rasa sedihnya saat melihat warga lain menerima bantuan beras, sementara dirinya hanya bisa berharap dari pemberian tetangga.
“Kemarin tetangga pada dapat beras, alhamdulillah pada ngasih ke saya, sekarang aja suami saya baru mulai jualan, udah turun hujan, Sedih, Pak, kalau diceritain mah,” ungkapnya lirih.
Ia mengaku kecewa karena pengajuan bansos yang dilakukan berulang kali tak kunjung membuahkan hasil. Ironisnya, menurut dia, justru ada warga yang dinilai mampu secara ekonomi malah tetap menerima bantuan pemerintah.

