BOGORPLUS.ID - Intensitas guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Filipina telah menimbulkan dampak kerusakan infrastruktur di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 8 Juni 2026, dan memicu kekhawatiran luas di berbagai daerah.

Dampak langsung dari gempa tersebut tercatat menyebabkan kerusakan pada total 31 bangunan di Sulawesi Utara. Kerusakan ini meliputi berbagai jenis fasilitas publik maupun pribadi yang tersebar di beberapa kabupaten.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara menjadi pihak yang mencatat dan mendata secara rinci mengenai kerusakan yang terjadi. Data awal menunjukkan bahwa fasilitas yang terdampak mencakup rumah tinggal warga, tempat ibadah, hingga sarana pendidikan.

Wilayah yang paling banyak menerima dampak kerusakan infrastruktur adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Kerusakan tersebut teridentifikasi setelah petugas di lapangan melakukan asesmen pasca-gempa utama.

Kepala BPBD Sulut, Adolf Tumengkel, merinci total kerusakan yang teridentifikasi. "Jumlah total kerusakan infrastruktur di Sulawesi Utara (Kepulauan Sangihe dan Talaud), rumah warga 27 unit, gedung gereja 2 unit, sekolah 1 unit, rumah dinas guru 1 unit," kata Adolf Tumengkel kepada detikcom, Senin (8/6/2026).

Lebih lanjut, BPBD Sulut memaparkan bahwa Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah daerah yang mengalami dampak paling signifikan. Di wilayah Sangihe, tercatat sebanyak 20 unit rumah warga rusak, ditambah satu rumah dinas guru dan dua gedung gereja mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Talaud juga turut merasakan dampak dari gempa tersebut, meskipun dalam skala yang lebih kecil. "Di Kabupaten Talaud 7 unit rumah warga (rusak)," katanya.

Tujuh unit rumah yang rusak di Kabupaten Kepulauan Talaud tersebut secara spesifik dilaporkan berada di wilayah Kecamatan Rainis. Hal ini menunjukkan bahwa dampak getaran terasa hingga ke wilayah kepulauan terluar.

Guncangan yang terjadi pada pukul 06.37 WIB ini sempat membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan tersebut sempat diberlakukan untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara karena sifat gempa yang dangkal.