BOGORPLUS.ID - Pada hari Selasa, 9 Juni 2026, wilayah Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Subang di Jawa Barat mengalami guncangan akibat gempa bumi tektonik. Peristiwa ini terjadi pada pukul 11.33 WIB dan disebabkan oleh pergerakan sesar lokal di area tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melakukan verifikasi data untuk menentukan parameter pasti dari guncangan yang terjadi di Jawa Barat. Proses ini penting untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kekuatan gempa tersebut.
Hasil analisis BMKG mengonfirmasi bahwa gempa bumi tektonik tersebut memiliki magnitudo yang diperbarui menjadi M 2,3. Informasi ini disampaikan oleh pejabat BMKG terkait peristiwa seismik tersebut.
"Dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 2,3," kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto.
Titik pusat gempa terdeteksi berada di darat, berjarak sekitar 18 kilometer arah Timur Laut dari Kabupaten Bandung. Koordinat episentrum gempa tercatat pada posisi 6,69 Lintang Selatan dan 107,58 Bujur Timur.
Kedalaman hiposenter gempa tercatat sangat dangkal, yaitu hanya mencapai 5 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman yang minim ini seringkali meningkatkan potensi getaran yang dirasakan di permukaan.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat," ujar Hartanto, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang.
Dampak getaran gempa ini dilaporkan terasa hingga ke beberapa wilayah lain, termasuk Ciater, Sagalaherang, dan Serangpanjang. Intensitas guncangan yang dirasakan berada pada skala II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity).
Getaran dengan skala II-III MMI ini umumnya digambarkan sebagai getaran yang terasa nyata di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung mulai bergoyang. Fenomena ini mirip dengan sensasi ketika ada truk besar yang lewat di dekat lokasi pengamat.





