BOGORPLUS.ID - Fenomena alam berupa embun es, yang dikenal masyarakat lokal sebagai bun upas, kembali menyelimuti beberapa area di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara. Kejadian ini dipicu oleh penurunan suhu udara ekstrem yang mencapai titik beku, yakni 0 derajat Celsius pada Selasa pagi (9/7/2026).
Kristal es tersebut terlihat jelas membekas di sekitar lapangan yang berdekatan dengan kompleks Candi Arjuna. Kemunculan embun es ini merupakan dampak langsung dari kondisi cuaca musim kemarau yang telah berlangsung tanpa hujan selama dua minggu terakhir di kawasan pegunungan tersebut.
Kepala UPT Dieng Banjarnegara, Wibi Satria N, mengonfirmasi bahwa deteksi awal fenomena ini sudah mulai terlihat sejak awal pekan.
"Kemarin per hari Minggu itu sudah mulai ada (embun es) muncul tapi nggak banyak sih, Mas. Kalau letaknya itu sekitaran lapangan, lapangan di dekat kompleks Candi Arjuna," sebut Wibi saat dihubungi detikJateng, Selasa (9/7/2026).
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Wibi, suhu udara di destinasi wisata tersebut mengalami penurunan secara bertahap selama beberapa hari berturut-turut.
"Minggu pagi suhu mencapai 2 derajat Celsius, Senin 1 derajat Celsius, dan tadi pagi sempat 0 derajat Celsius," lanjut Wibi, Kepala UPT Dieng Banjarnegara.
Saat ini, lapisan es yang terbentuk dilaporkan belum terlalu tebal dan belum merata di seluruh permukaan. Namun, akumulasi embun es diprediksi akan meluas jika kondisi malam hari tetap tenang tanpa adanya embusan angin kencang.
"Kita lihat cuaca malam harinya, kalau malam harinya anginnya kencang biasanya paginya nggak muncul es. Tapi kalau malam harinya anginnya tenang, ya, biasanya paginya baru muncul embun es," ungkap Wibi, Kepala UPT Dieng Banjarnegara.
Keberlangsungan fenomena unik ini sangat bergantung pada kondisi cuaca di wilayah dataran tinggi tersebut, khususnya ketiadaan hujan.





