BOGORPLUS.ID - Deteksi dini terhadap potensi bencana mulai muncul di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, setelah citra satelit mengidentifikasi keberadaan empat titik panas pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Temuan ini menjadi sinyal peringatan penting mengenai meningkatnya kerentanan wilayah tersebut terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Titik panas yang terpantau tersebar di tiga wilayah administratif berbeda, yaitu Kecamatan Cempaga, Teluk Sampit, dan Tualan Hulu. Sebaran ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran mulai menyebar di beberapa lokasi strategis di dalam wilayah kabupaten tersebut.
Secara spesifik, Kecamatan Tualan Hulu menjadi daerah dengan konsentrasi tertinggi, di mana dua titik panas berhasil diidentifikasi. Kedua titik panas di kecamatan ini terdeteksi di wilayah Kelurahan Sebungsu pada waktu yang berdekatan, yakni pukul 12.31 WIB dan pukul 12.50 WIB.
Sementara itu, Kecamatan Cempaga menyumbang satu titik panas yang terdeteksi jauh lebih awal pada hari yang sama, yaitu pada pukul 00.09 WIB di area Kelurahan Rubung Buyung. Titik panas keempat ditemukan di Kecamatan Teluk Sampit, tepatnya di Kelurahan Parebok, sekitar pukul 12.50 WIB.






.png)