BOGORPLUS.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengambil langkah responsif untuk memeriksa dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayahnya. Pemeriksaan ini fokus pada pembuangan limbah dari salah satu warung makan terkenal, Pallubasa Serigala, ke sistem drainase publik.
Investigasi ini dilakukan setelah adanya keluhan warga sekitar yang melaporkan dampak negatif dari penumpukan limbah tersebut. Warga mengeluhkan adanya bau busuk yang menyengat serta potensi banjir yang dipicu oleh sumbatan pada saluran air.
Pemerintah setempat telah mengumpulkan bukti awal berupa dokumentasi visual, seperti foto dan video, sebagai landasan bagi DLH Makassar. Bukti ini dikirimkan untuk menindaklanjuti laporan yang masuk mengenai kondisi saluran air di lokasi tersebut.
Penumpukan material limbah makanan dan sisa deterjen yang mengeras teridentifikasi sebagai penyebab utama penyumbatan saluran air di kawasan Jalan Serigala. Kondisi ini menghambat laju air, terutama saat terjadi curah hujan tinggi.
Camat Mamajang, Muhammad Rizal, menyampaikan urgensi penanganan masalah ini mengingat dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. "Harus segera ini barang segera prosesnya teman-teman DLH kontrol dulu apa solusinya. Karena sudah ada beberapa masyarakat sekitar merasakan dampaknya. Terganggu baunya, kalau hujan langsung banjir karena menumpuk limbahnya di drainase," kata Camat Mamajang Muhammad Rizal.
Pihak kecamatan menegaskan bahwa proses penanganan teknis dan penilaian lingkungan sepenuhnya diserahkan kepada instansi yang lebih berwenang. DLH Makassar sendiri telah menyatakan kesiapan untuk segera melakukan pengecekan langsung di lapangan setelah menerima laporan resmi dari kecamatan.
Camat Rizal menjelaskan bahwa peran otoritas wilayah terbatas pada pelaporan awal, sementara penilaian teknis mengenai tingkat pencemaran merupakan ranah dinas terkait. "Mereka cuma sampaikan siap turun crosscheck di lapangan karena kita kan tidak paham tentang itu, yang bisa lakukan itu adalah dari DLH. Saya cukup melaporkan," ujar Rizal.
Namun, masalah penyumbatan drainase di sepanjang Jalan Serigala tidak hanya disebabkan oleh satu pihak usaha kuliner saja. Penutupan saluran air akibat pembangunan akses rumah warga dan penumpukan sedimen juga turut memperburuk situasi.
"Tapi memang di sepanjang Serigala itu, selain limbah Pallubasa, antara Jalan Macan dengan Onta, banyak drainase yang tertutup sedimen," kata Rizal.






.png)