bogorplus.id  – Polemik pengajuan SHGB baru PT BSS di wilayah Kecamatan Cigombong dan Cijeruk kembali memanas. 

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade akhirnya buka suara setelah namanya diseret dalam aksi demonstrasi yang menuding dirinya melakukan intervensi terhadap kepala desa.

Jaro Ade dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah mengarahkan maupun menekan kepala desa terkait persoalan administrasi pertanahan yang saat ini menjadi sorotan publik.

“Saya tidak pernah melakukan intervensi. Saya bekerja untuk masyarakat dan siap menerima kritik maupun masukan selama untuk kebaikan bersama,” ujar Jaro Ade kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Tudingan itu muncul dalam aksi Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor pada 4 Juni 2026. 

Massa menolak permohonan SHGB baru PT BSS dan mempertanyakan adanya komunikasi antara pejabat daerah dengan kepala desa di wilayah terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Jaro Ade menegaskan seluruh langkah pemerintah daerah dilakukan melalui koordinasi dan tidak pernah diputuskan secara sepihak.

Ia memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat dibahas bersama Bupati Bogor dan perangkat terkait.

Menurutnya, komunikasi dengan kepala desa yang dipersoalkan merupakan bagian dari pembahasan hasil rapat pemerintah daerah untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.