bogorplus.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mengungkap bahwa sebagian besar anak jalanan (anjal) yang terjaring di wilayahnya ternyata berasal dari luar daerah. 

Kondisi ini membuat penanganan mereka membutuhkan pendekatan yang berbeda, terutama dalam proses pemulangan ke keluarga.

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Maruf, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan dua tahapan utama dalam menangani anak jalanan, yakni penertiban di lapangan dan asesmen lanjutan.

“Kita koordinasi dengan Satpol PP supaya itu ditertibkan, dibawa ke mako Pol PP atau ke lokasi kami (Dinsos),” ujar Farid, Rabu (8/4/2026).

Setelah diamankan, petugas langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas dan asal-usul anak jalanan tersebut. Proses ini menjadi kunci untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kita lakukan penelusuran dulu, jadi setiap yang terjaring itu kita trek melalui beberapa metode. Begitu ketahuan keluarganya ada di mana, baru kita komunikasikan dengan keluarganya untuk bisa dipulangkan,” jelasnya.

Namun, Farid mengakui tidak semua anak jalanan memiliki keluarga yang dapat dihubungi. Untuk kondisi tersebut, Dinsos telah menyiapkan solusi alternatif berupa tempat penampungan sementara.

Ia juga menyebut jumlah anak jalanan di Kabupaten Bogor bersifat fluktuatif sehingga sulit dipastikan secara pasti setiap waktu.

Dalam penanganannya, Dinsos Kabupaten Bogor membedakan pendekatan berdasarkan asal anak.