bogorplus.id– Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor langsung bergerak cepat. Langkah awal yang menjadi prioritas adalah pendataan ulang seluruh cagar budaya, baik berbentuk benda maupun nonbenda, yang tersebar di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menegaskan bahwa pendataan ini menjadi fondasi penting untuk penataan dan penguatan kebudayaan daerah ke depan.
“Cagar budaya ada banyak di Kabupaten Bogor. Jadi fokus kita ke depan harus melakukan pendataan ulang,” ujar Yudi, Kamis (8/1).
Yudi menjelaskan, kehadiran Dinas Kebudayaan bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan menjadi pusat perencanaan, penataan, dan pengembangan kebudayaan.
Menurutnya, kebudayaan Bogor hidup dan berkembang di tengah komunitas, sanggar, pelaku seni, serta para budayawan yang selama ini bergerak secara mandiri.
“Kebudayaan itu hidup pada komunitas, sanggar, pelaku seni, pelaku budaya, dan berbagai ekosistem budaya yang sudah berjalan. Tugas kami adalah mengangkat potensi itu, kemudian membantu dan menyiapkan segala sesuatunya,”ucapnya.
Ia mengakui, selama ini cagar budaya di Kabupaten Bogor belum tertata dengan baik dan belum mendapat perhatian maksimal. Karena itu, Dinas Kebudayaan menjadikan penataan dan penguatan cagar budaya sebagai fokus utama.
“Kita akan kumpulkan, kita bina, kita perhatikan. Baik itu cagar budaya, komunitas budaya, maupun para budayawan. Mereka inilah yang diharapkan menjadi penggerak utama kebudayaan di Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Lebih jauh, Yudi juga menyoroti belum jelasnya identitas dan karakter budaya Bogor.