BOGORPLUS.ID - Krisis air akibat kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur, memaksa delapan kabupaten menetapkan status siaga darurat. Penetapan status ini merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah untuk menghadapi dampak jangka panjang dari musim kemarau yang berkepanjangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera merespons laporan darurat yang masuk dari wilayah-wilayah terdampak. Tindakan cepat diambil untuk memitigasi potensi krisis kemanusiaan akibat kelangkaan pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.
Saat ini, intervensi distribusi air bersih telah difokuskan pada empat kabupaten yang lebih dulu mengajukan permohonan bantuan resmi kepada Pemprov Jatim. Empat wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bojonegoro, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.
"Kami sudah lakukan distribusi air bersih ke 4 kabupaten yang mengajukan. Adapun kabupaten itu yakni Bojonegoro, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (15/6/2026).
Dilansir dari Detikcom, proses penyaluran air bersih sudah berjalan intensif, terutama di Kabupaten Bondowoso yang tercatat menerima bantuan dalam volume besar. Bantuan tersebut disebar ke belasan titik kecamatan yang mengalami kesulitan akses air paling parah.
Secara rinci, di Kabupaten Bondowoso, distribusi air bersih telah menjangkau 12 kecamatan dengan total 31 kali pengiriman atau setara dengan 155.000 liter air bersih yang telah disalurkan. Sementara itu, volume bantuan untuk tiga kabupaten lainnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan mendesak yang diajukan.
Untuk Kabupaten Bojonegoro, telah didistribusikan sebanyak 9.000 liter air bersih, sementara Kabupaten Probolinggo menerima 5.000 liter, dan Kabupaten Pasuruan memperoleh 15.000 liter bantuan air. Jumlah ini menunjukkan adanya prioritas distribusi berdasarkan tingkat keparahan kondisi di masing-masing daerah.
Pihak Pemprov Jatim memastikan bahwa stok cadangan air bersih telah disiapkan dalam jumlah signifikan guna mengantisipasi perluasan wilayah yang mungkin segera menyusul menetapkan status darurat. Kesiapan logistik ini penting untuk menjaga keberlangsungan suplai selama puncak musim kemarau.
"Jadi ada 867 rit air bersih kami siagakan, per rit 5.000 Liter dan total anggarannya sebesar Rp 612.071.550. Kami juga siapkan stok tandon juga tandon lipat untuk kami kirim ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan," beber Gatot Soebroto.






.png)