bogorplus.id – Cuaca panas ekstrem yang melanda Eropa membuat ribuan korban jiwa berjatuhan.

Tak hanya merenggut nyawa manusia, masyarakat di sana juga terdampak akibat cuaca panas ekstrem yang tembus hingga 40 derajat itu. 

Di Indonesia, kemarau ekstrem alias El Nino Godzilla juga terjadi di beberapa wilayah, salah satunya Kabupaten Bogor yang mulai merasakan kekeringan di beberapa wilayah. 

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memastikan cuaca ekstrem yang sampai 32 derajat saat ini tak akan sama seperti di beberapa negara Eropa. 

Bahkan, BPBD Kabupaten Bogor mencatat, dampak fenomena Godzilla El Nino tahun 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2023. 

Hingga akhir Juni, permohonan bantuan air bersih baru mencapai 10 titik, dengan Kecamatan Nanggung menjadi wilayah yang paling terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam, mengatakan berdasarkan data BPBD, peningkatan kekeringan tahun ini belum sebesar yang sempat dikhawatirkan meski BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus.

“Kalau melihat data BPBD pada periode yang sama, kondisi tahun ini jauh lebih landai dibandingkan 2023, sampai akhir Juni baru ada sekitar 10 titik permohonan air bersih, sedangkan pada 2023 jumlahnya sudah jauh lebih banyak,” ujar Adam saat dihubungi Bogorplus.id, Selasa (30/6/2026). 

Ia menyebut permohonan bantuan air bersih paling banyak berasal dari Kecamatan Nanggung, terutama Desa Parakan Muncang.