bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pendidikan melalui program unggulan Satu Desa Satu Sarjana.
Hal ini ditegaskan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat audiensi bersama Dewan Pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (6/10).
Dalam pertemuan tersebut, Rudy menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Bogor, terutama dalam membuka akses pendidikan tinggi hingga pelosok desa.
“Melalui pertemuan ini, kita perkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Program Satu Desa Satu Sarjana jadi langkah strategis agar setiap desa punya akses terhadap pendidikan tinggi,”ujarnya.
Rudy menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam upaya mendorong daya saing daerah.
“Kita harus menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan melayani masyarakat Kabupaten Bogor dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Kyai Takiyudin, menyambut baik program tersebut dan menyampaikan berbagai capaian lembaganya dalam mendukung pemerataan pendidikan.
Kata dia, sejak dibentuk pada Februari 2022, Dewan Pendidikan aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari PKBM, pelaku usaha, hingga lembaga hukum.
“Kami bekerja sama dengan PKBM dan pelaku pariwisata untuk membantu masyarakat yang belum menamatkan sekolah. Ini bagian dari upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah,”katanya.